Pesan Juw Warnai Penutupan Festival Asmat Pokman ke-38

     

    ASMAT, PAPUA SELATAN — Pesan Juw mewarnai rangkaian penutupan Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38 di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat Asmat (LMAA) sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Asmat.(11/10/2026).

     

    David jimanipits menjelaskan Juw menjadi bagian penting dalam acara Adat istiadat yang sudah menjadi budaya Asmat karena memuat nilai-nilai adat, penghormatan terhadap leluhur, serta ajakan untuk menjaga dan melestarikan budaya Asmat yang diwariskan secara turun-temurun.

    Kalimat yang saya ucapkan dalam seruan juw adalah izin dan panggilan langsung kepada para leluhur untuk dapat hadir dalam upacara adat.

    Festival Asmat Pokman tahun 2026 ini bukan sekadar perayaan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Asmat, termasuk seni ukir, anyaman, tarian, dan berbagai warisan budaya lainnya." imbuhnya.

     

    Jimanipits berharap Festival Asmat Pokman ke-38 menjadi momentum untuk terus mengangkat martabat budaya Asmat sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Melalui momentum penutupan FAP ke-38, masyarakat diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga identitas budaya, serta mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda agar tetap hidup dan dikenal oleh dunia." ujarnya.

     

    Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, baik dari masyarakat adat, pemerintah, tokoh adat, maupun generasi muda." tambahnya.

     

    Dengan berakhirnya Festival Asmat Pokman ke-38, pesan Juw diharapkan terus menjadi pedoman dalam menjaga adat dan budaya Asmat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari." akhirnya.

    Please publish modules in offcanvas position.