Guru Agama di Selaru Terancam Dipolisikan Akibat Kekerasan Terhadap Siswi Hingga Pingsan di Kelas

     

    KTT,RB.net - Oknum guru agama yang mengajar disekolah menengah atas (SMA) Negeri 5 Kepulauan Tanimbar (Keptan) terancam dipolisikan orang tua murit akibat melakukan kekerasan terhadap salah satu siswinya hingga pingsan ditempat.
     
    Hal ini dikeluhkan orang tua dari salah seorang siswi yang mendapat perlakuan demikian disekolah SMA N 5 Keptan pada desa adaut, (30/08/2024).
     
    (VA) yang adalah ibu dari korban kepada media ini menjelaskan, kekecewaannya terhadap salah seoran guru yang mengambil tindakan kekerasan terhadap anaknya hingga pingsan itu sangat tidak dibenarkan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
     
    Ia menyayangkan tindakan demikian oleh guru kepada anaknya itu sudah sangat berlebihan hingga dirinya akan melanjutkan persoalan itu melalui jalur hukum setelah melakukan visum pada puskesmas setempat.
     
    " Saya akan membuat laporan polisi dan proses hukum guru yang bertindak demikian kepada anak saya agar tidak lagi ada tindakan serupa bagi siswa lain " ungkap VA.
     
    Tamparan yang dilayangkan guru kepada anaknya itu mengenai bawah telinga dan mata yang mana masi pada area kepala sehingga sangat beresiko tinggi dan akan berakibat fatal jika tidak dianggap serius ujar dia.
     
    Selain itu, ia juga menyayangkan tindakan guru agama itu tidak sama sekali mencerminkan karakter seorang tenaga pendidik yang baik.
     
    VA berharap, Kepala sekolah harus lebih banyak memberikan pemahaman pada para guru serta mengambil tindakan tegas atas berbagai tindakan kekerasan dalam bentuk apapun kepada siswa di sekolah
     
    Selain itu (MS) siswi yang menjadi korban kekerasan saat diwawancarai menjelaskan, dirinya sempat jatuh setelah menerima tamparan oleh gurunya (YM) didalam kelas yang saat itu sedang melangsungkan proses belajar mengajar.
     
    Pasalnya, MS bersama salah seorang temannya yang sedang mengikuti proses belajar yang dibawahkan oleh YM untuk mempresentasi materi berdasarkan kelompok itu sempat dilempar dengan kabel dan beberapa benda karena temannya kedapatan memegang hanpone sehingga membuat gurunya marah dan mengambil tindakan demikian.
     
    Ia menambahkan, bukan saja dilempar dengan kabel, YM juga sempat memgambil Laptopnya untuk mau melemparkan kepada mereka tetapi tidak jadi sebelum dipanggil kedepan untuk ditampar.
     
    Kendati demikian MS mengatakan, kejadian itu disaksikan pulahan siswa dan siswi dikelasnya yang sempat mengambil dirinya dari lantai ke atas meja sesaat sebelum dia sadarkan diri.
     
    Selain itu salah seorang teman MS yang enggan memberitahukan namamnya membenarkan pernyataan temannya karena saat itu dia dan para siswa lain yang langsung menyaksikan tindakan kekerasan itu.
     
    Kepala sekolah SMA N 5 Keptan R. Watutamata saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyatakan, dirinya belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait persoalan yang terjadi karena pihaknya akan berupaya untuk berkordinasi dengan orang tua dari korban serta guru yang melakukan kekerasan untuk bisa diselesaikan secara damai.
     
    Ia menambahkan, dirinya tidak berada disekolah saat kejadian karena masih berada dikota saumlaki untuk mengurus beberapa berkas yang berkaitan dengan sekola hingga baru memgetahui persoalan itu setelah disampaikan oleh beberapa siswanya.

    Please publish modules in offcanvas position.